humanistic
1. Victor Frankl (1905) &Rollo May (1909)
Tujuan Terapi
Humanistik Eksistensial
Menolong klien dari
kecemasandengan cara pemilihan nilai dan dan kesadaran bahwa dirinya bukan
hanya sekedar korban kekuatan-kekuatan determinisik dari luar dirinya. Terapi
eksistensial memiliki cirinya sendiri oleh karena pemahamannya bahwa tugas
manusia adalah menciptakan eksistensinya yang bercirikan integritas dan makna.
Peran dan fungsi
terapis adalah sebagai berikut :
1.Mengembangkan kesadaran
2.Memahami dunia klien dan membantu klien untuk berfikir dan
mengambil keputusan atas pilihannya yang sesuai dengan keadaan sekarang.
3.Sebagai fasilitator memberi dorongan dan motivasi agar klien
mampu memahami dirinya dan bertanggung jawab menghadapi reality.
4.Membentuk kesempatan seluas – luasnya kepada klien, bahwa
putusan akhir pilihannya terletak ditangan klien.
Penerapan Teknik
dan Prosedur Terapeutik,
meliputi tiga tahap.
· tahap pendahuluan, konselor membantu klien dalam
mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak
mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima. Konselor
mengajarkan mereka bercermin pada eksistensi mereka dan meneliti peran mereka
dalam hal pencitpaan masalah dalam kehidupan mereka.
· tahap pertengahan, klien diusahakan agar bersemangat untuk lebih
dalam meneliti sumber dan otoritas dari system mereka. Semangat ini akan
memberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka
untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas.
· Tahap Terakhir berfokus pada untuk bisa melaksanakan apa yang
telah mereka pelajari tentang diri mereka. Klien didorong untuk mengaplikasikan
nilai barunya dengan jalan yang kongkrit. Klien biasanya akan menemukan
kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupanya yang memiliki tujuan. Dalam
perspektif eksistensial, teknik sendiri dipandang alat untuk membuat klien
sadar akan pilihan mereka, serta bertanggungjawab atas penggunaaan kebebasan
pribadinya.
Teknik Terapi
· Kapasitas untuk sadar akan dirinya :
Implikasi Konseling.
Meningkatkan kesadaran diri, yang mencakup kesadaran akan
adanya motivasi, factor yang mempengaruhi seseorang dan tujuan hidup pribadi
· Kebebasan dan tanggung jawab :
Implikasi Konseling.Terapis eksistensial terus menerus
mengarahkan fokus pada pertanggungjawaban klien atas situasi mereka.
· Usaha untuk mendapatkan identitas dan bisa berhubungan dengan orang
lain
· Pencarian makna :
Implikasi Konseling. Ini
adalah kondisi yang tumbuh dari perasaan ketidaksempurnaan atau kesadaran akan
kenyataan bahwa orang ternyata tidak menjadi siapa dia seharusnya
potensi-potensi tertentu yang dimiliki, maka tentu ada perasaan kesalahan
eksistensial ini.
· Kecemasan sebagai kondisi dalam hidup :
Terapis dan klien dapat menggali kemungkinan yang ada, yaitu
bahwa melepaskan diri dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru
bisa disertai dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru bisa
berkurang pada saat klien mengalami hal-hal yang ebih memuaskan dengan
cara-cara hidup yang lebih baru.
· Kesadaran Akan Maut dan Ketiadaan :
Latihan dapat memobilisasikan klien untuk secara sungguh-sungguh
memantapkan waktu yang masih mereka miliki, dan ini bisa menggugah mereka untuk
mau menerima kemungkinan bahwa mereka bisa menerima keberadaannya sebagai mayat
hidup sebagai pengganti kehidupan yang lebih bermakna.
Daftar Pustaka :
Corey, G. (1995). Teori dan
Praktek dari Konseling dan Psikoterapi. “Cetakan Pertama terjemahan Mulyarto”.
Semarang : IKIP Semarang Press
Feist, Jess dan Feist, Gregory.
(2010). Teori Kepribadian. New York : Salemba Humanika
www.wikipedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar