Selasa, 28 April 2015

tugas softskill psikoterapi "teori humanistic" 2015

humanistic
1.    Victor Frankl (1905) &Rollo May (1909) 
Tujuan Terapi Humanistik Eksistensial
Menolong klien dari kecemasandengan cara pemilihan nilai dan dan kesadaran bahwa dirinya bukan hanya sekedar korban kekuatan-kekuatan determinisik dari luar dirinya. Terapi eksistensial memiliki cirinya sendiri oleh karena pemahamannya bahwa tugas manusia adalah menciptakan eksistensinya yang bercirikan integritas dan makna.
Peran dan fungsi terapis adalah sebagai berikut :
1.Mengembangkan kesadaran
2.Memahami dunia klien dan membantu klien untuk berfikir dan mengambil keputusan atas pilihannya yang sesuai dengan keadaan sekarang.
3.Sebagai fasilitator memberi dorongan dan motivasi agar klien mampu memahami dirinya dan bertanggung jawab menghadapi reality.
4.Membentuk kesempatan seluas – luasnya kepada klien, bahwa putusan akhir pilihannya terletak ditangan klien.

Penerapan Teknik dan Prosedur Terapeutik,
meliputi tiga tahap.
·      tahap pendahuluan, konselor membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima. Konselor mengajarkan mereka bercermin pada eksistensi mereka dan meneliti peran mereka dalam hal pencitpaan masalah dalam kehidupan mereka.


·      tahap pertengahan, klien diusahakan agar bersemangat untuk lebih dalam meneliti sumber dan otoritas dari system mereka. Semangat ini akan memberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas.
·      Tahap Terakhir berfokus pada untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka. Klien didorong untuk mengaplikasikan nilai barunya dengan jalan yang kongkrit. Klien biasanya akan menemukan kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupanya yang memiliki tujuan. Dalam perspektif eksistensial, teknik sendiri dipandang alat untuk membuat klien sadar akan pilihan mereka, serta bertanggungjawab atas penggunaaan kebebasan pribadinya.
Teknik Terapi
·      Kapasitas untuk sadar akan dirinya :
 Implikasi Konseling.
Meningkatkan kesadaran diri, yang mencakup kesadaran akan adanya motivasi, factor yang mempengaruhi seseorang dan tujuan hidup pribadi
·      Kebebasan dan tanggung jawab :
Implikasi Konseling.Terapis eksistensial terus menerus mengarahkan fokus pada pertanggungjawaban klien atas situasi mereka.
·      Usaha untuk mendapatkan identitas dan bisa berhubungan dengan orang lain
·      Pencarian makna :
 Implikasi Konseling. Ini adalah kondisi yang tumbuh dari perasaan ketidaksempurnaan atau kesadaran akan kenyataan bahwa orang ternyata tidak menjadi siapa dia seharusnya potensi-potensi tertentu yang dimiliki, maka tentu ada perasaan kesalahan eksistensial ini.
·      Kecemasan sebagai kondisi dalam hidup :
Terapis dan klien dapat menggali kemungkinan yang ada, yaitu bahwa melepaskan diri dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru bisa disertai dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru bisa berkurang pada saat klien mengalami hal-hal yang ebih memuaskan dengan cara-cara hidup yang lebih baru.
·      Kesadaran Akan Maut dan Ketiadaan :
Latihan dapat memobilisasikan klien untuk secara sungguh-sungguh memantapkan waktu yang masih mereka miliki, dan ini bisa menggugah mereka untuk mau menerima kemungkinan bahwa mereka bisa menerima keberadaannya sebagai mayat hidup sebagai pengganti kehidupan yang lebih bermakna.
Daftar Pustaka :
Corey, G. (1995). Teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi. “Cetakan Pertama terjemahan Mulyarto”. Semarang : IKIP Semarang Press
Feist, Jess dan Feist, Gregory. (2010). Teori Kepribadian. New York : Salemba Humanika
www.wikipedia.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar