Selasa, 28 April 2015

tugas softskill psikoterapi"psikoanalisa" 2015



Psikoanalisa
Description: https://i0.wp.com/www.buzzle.com/img/articleImages/604063-1463-41.jpg

ada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga "psikoanalisis" dan "psikoanalisis" Freud sama artinya. Bila beberapa pengikut Freud dikemudian hari menyimpang dari ajarannya dan menempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilih suatu nama baru untuk menunjukan ajaran mereka
Psikoanalisis memiliki tiga penerapan :
  1. suatu metoda penelitian dari pikiran.
  2. suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia.
  3. suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosiona
a.struktur kepribadian:
Menurut freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (en:conscious), prasadar (en:preconscious), dan tak-sadar (unconscious).
Aliran psikoanalisis Freud merujuk pada suatu jenis perlakuan dimana orang yang dianalisis mengungkapkan pemikiran secara verbal, termasuk asosiasi bebas, khayalan, dan mimpi, yang menjadi sumber bagi seorang penganalisis merumuskan konflik tidak sadar yang menyebabkan gejala yang dirasakan dan permasalahan karakter pada pasien, kemudian menginterpretasikannya bagi pasien untuk menghasilkan pemahaman diri untuk pemecahan masalahnya.karakter pada pasien, kemudian menginterpretasikannya bagi pasien untuk menghasilkan pemahaman diri untuk pemecahan masalahnya.




B.Terapi
Intervensi khusus dari seorang penganalisis biasanya mencakup mengkonfrontasikan dan mengklarifikasi mekanisme pertahanan, harapan, dan perasaan bersalah. Melalui analisis konflik, termasuk yang berkontribusi terhadap daya tahan psikis dan yang melibatkan tranferens kedalam reaksi yang menyimpang, perlakuan psikoanalisis dapat mengklarifikasi bagaimana pasien secara tidak sadar menjadi musuh yang paling jahat bagi dirinya sendiri: bagaimana reaksi tidak sadar yang bersifat simbolis dan telah distimulasi oleh pengalaman kemudian menyebabkan timbulnya gejala yang tidak dikehendaki. Terapi dihentikan atau dianggap selesai saat pasien mengerti akan kenyataan yang sesungguhnya, alasan mengapa mereka melakukan perilaku abnormal, dan menyadari bahwa perilaku tersebut tidak seharusnya mereka lakukan, lalu mereka sadar untuk menghentikan perilaku itu.
C.Analisa dasar
Analis memutuskan apakah pasien cocok untuk psikoanalisis. Keputusan ini dibuat oleh analis, yang juga membuat indikasi dan patologi yang biasanya, yang juga didasarkan pada tingkat tertentu oleh "kecocokan" antara analis dan pasien. Kesesuaian seseorang untuk dilakukan analisis pada waktu tertentu didasarkan pada keinginan mereka untuk mengetahui darimana penyakit mereka berasal. Seseorang yang tidak cocok untuk analisis tidak mengungkapkan keinginan untuk tahu lebih banyak tentang sumber penyebab penyakit mereka. 
Evaluasi dapat memasukkan satu atau lebih pendapat independen analis lain dan memasukkan pembahasan tentang situasi keuangan dan asuransi pasien.
D.Teknik-teknik
Metode dasar psikoanalisis adalah interpretasi konflik bawah sadar pasien yang mengganggu kesehariannya, yaitu konflik yang menyebabkan gejala menyakitkan seperti fobia, kecemasan, depresi, dan kompulsi. Strachey (1936) menekankan bahwa mencari tahu bagaimana pasien mendistorsi persepsi tentang analis adalah cara untuk memahami apa yang mungkin telah dilupakan (baca juga makalah Freud "Repeating, Remembering, and Working Through"). Secara khusus, perasaan bermusuhan yang tidak sadar terhadap analis dapat ditemukan dalam reaksi negatif simbolik terhadap apa yang Robert Langs sebut sebagai "kerangka" dari terapi, yaitu berupa susunan yang mencakup waktu setiap sesi, pembayaran biaya, dan kebutuhan berbicara. Pada pasien yang melakukan kesalahan, lupa, atau menunjukkan keanehan lainnya mengenai waktu, biaya, dan berbicara, analis biasanya dapat menemukan berbagai "resistensi" yang tidak sadar terhadap aliran pikiran (kadang-kadang disebut asosiasi bebas).
Sumber :

tugas softskill psikoterapi "teori humanistic" 2015

humanistic
1.    Victor Frankl (1905) &Rollo May (1909) 
Tujuan Terapi Humanistik Eksistensial
Menolong klien dari kecemasandengan cara pemilihan nilai dan dan kesadaran bahwa dirinya bukan hanya sekedar korban kekuatan-kekuatan determinisik dari luar dirinya. Terapi eksistensial memiliki cirinya sendiri oleh karena pemahamannya bahwa tugas manusia adalah menciptakan eksistensinya yang bercirikan integritas dan makna.
Peran dan fungsi terapis adalah sebagai berikut :
1.Mengembangkan kesadaran
2.Memahami dunia klien dan membantu klien untuk berfikir dan mengambil keputusan atas pilihannya yang sesuai dengan keadaan sekarang.
3.Sebagai fasilitator memberi dorongan dan motivasi agar klien mampu memahami dirinya dan bertanggung jawab menghadapi reality.
4.Membentuk kesempatan seluas – luasnya kepada klien, bahwa putusan akhir pilihannya terletak ditangan klien.

Penerapan Teknik dan Prosedur Terapeutik,
meliputi tiga tahap.
·      tahap pendahuluan, konselor membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima. Konselor mengajarkan mereka bercermin pada eksistensi mereka dan meneliti peran mereka dalam hal pencitpaan masalah dalam kehidupan mereka.


·      tahap pertengahan, klien diusahakan agar bersemangat untuk lebih dalam meneliti sumber dan otoritas dari system mereka. Semangat ini akan memberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas.
·      Tahap Terakhir berfokus pada untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka. Klien didorong untuk mengaplikasikan nilai barunya dengan jalan yang kongkrit. Klien biasanya akan menemukan kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupanya yang memiliki tujuan. Dalam perspektif eksistensial, teknik sendiri dipandang alat untuk membuat klien sadar akan pilihan mereka, serta bertanggungjawab atas penggunaaan kebebasan pribadinya.
Teknik Terapi
·      Kapasitas untuk sadar akan dirinya :
 Implikasi Konseling.
Meningkatkan kesadaran diri, yang mencakup kesadaran akan adanya motivasi, factor yang mempengaruhi seseorang dan tujuan hidup pribadi
·      Kebebasan dan tanggung jawab :
Implikasi Konseling.Terapis eksistensial terus menerus mengarahkan fokus pada pertanggungjawaban klien atas situasi mereka.
·      Usaha untuk mendapatkan identitas dan bisa berhubungan dengan orang lain
·      Pencarian makna :
 Implikasi Konseling. Ini adalah kondisi yang tumbuh dari perasaan ketidaksempurnaan atau kesadaran akan kenyataan bahwa orang ternyata tidak menjadi siapa dia seharusnya potensi-potensi tertentu yang dimiliki, maka tentu ada perasaan kesalahan eksistensial ini.
·      Kecemasan sebagai kondisi dalam hidup :
Terapis dan klien dapat menggali kemungkinan yang ada, yaitu bahwa melepaskan diri dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru bisa disertai dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru bisa berkurang pada saat klien mengalami hal-hal yang ebih memuaskan dengan cara-cara hidup yang lebih baru.
·      Kesadaran Akan Maut dan Ketiadaan :
Latihan dapat memobilisasikan klien untuk secara sungguh-sungguh memantapkan waktu yang masih mereka miliki, dan ini bisa menggugah mereka untuk mau menerima kemungkinan bahwa mereka bisa menerima keberadaannya sebagai mayat hidup sebagai pengganti kehidupan yang lebih bermakna.
Daftar Pustaka :
Corey, G. (1995). Teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi. “Cetakan Pertama terjemahan Mulyarto”. Semarang : IKIP Semarang Press
Feist, Jess dan Feist, Gregory. (2010). Teori Kepribadian. New York : Salemba Humanika
www.wikipedia.com


Selasa, 24 Maret 2015

tugas softskill psikoterapi minggu kedua


Perbedaan psikoterapi dan konseling adalah sebagai usaha untuk memahami terminologi ,memahami berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan khusus keduannya. Untuk dibedakannya yaitu:

1.     TUJUAN:
·      Psikoterapi lebih menangani penyimpangan yang rusak dan baru kemudian menangangi usaha pencegahannya
·      Konseling:rangkaian jangka panjang yang bersangkut paut dengan pendidikan atau jabatan seseorang serta mencegahnya terhadap munculnya gangguan dalam bidang kesehatan mental
2.     PENGERTIAN:
·      Sedang konseling (Mowrer,1953) berhubungan dengan usaha klien menangani gangguan kecemasan biasa
·      Psikoterapi berusaha menyembuhkna klien/pasien neurosis kecemasan

Ciri –ciri untuk membedakan antara konseling dan psikoterapi menurut Blocher(1966):

·      Klien yang menjalani konseling tidak digolongkan sebagai penderita penyakit jiwa,tetapi di pandang sebagai seseorang yang mampu memiliki tujuan-tujuannta membuat keputusan dan secara umum bisa bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri dan terhadap hari depannya
·      Konseling dipusatkan pada keadaan sekarang  dan yang akan datang
·      Klien adalah klien dan bukan pasien. Konseling bukanlah tokoh otoriter namun adalah seorang pendidik dan mitra dari klien dalam melangkah bersama untuk mencapai tujuan
·      Konselor tidaklah netral secara moral atau tidak bermoral, melainkan memiliki nilai-nilai, perasaan dan normanya sendiri meskipun konselor tidak perlu memaksakan hal ini kepada klien,namun ia juga tidak menutupinya.
·      Konselor memusatkan pada perubahan perilaku ,tidak hanya menumbuhkan pengertian.


BENTUK UTAMA DARI TERAPI:   
·      Supportive Therapy
Psikoterapi suportif adalah pendekatan psikoterapi yang mengintegrasikan psikodinamik , kognitif-perilaku , dan interpersonal yang model konseptual dan teknik. Tujuan dari terapis adalah untuk memperkuat sehat dan adaptif pasien pola pikir perilaku untuk mengurangi konflik intrapsikis yang menghasilkan gejala gangguan mental . 
·      Reeducative Therapy
·      Tujuannya untuk membangkitkan pengertian pada penderita tentang konflik-konflik jiwa yang dikandungnya, yang terutama terletak dalam alam sadarnya.

·      Reconstructive Therapy
Reconstructive Therapy adalah menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi . Tujuannya untuk perombakan radikal daripada corak kepribadian hingga tak hanya tercapai suatu penyesuaian diri yang lebih efisien

Sumber:

Gunarsa, Singgih D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: BPK Gunung Mulia







Rabu, 18 Maret 2015

tugas soft skill minggu pertama PSIKOTERAPI



PENGERTIAN PSIKOTERAPI

Berasal dari bahasa yunani yang artinya perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang.

Menurut tokoh

A.     WATSON& MORSE (1977)
Psikoterapi dirumuskan sebagai bentuk khusus dari interaksi antara dua orang,pasien dan terapis pada mana pasien memulai interaksi dengan mempergunakan dasar psikologi dan terapis menyusun interaksi dengan mempergunakan dasar psikologi untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubaj pikiran ,perasaan dan tindakannya.

B.     CORSINI(1989)
Proses formal dari interaksi antara dua pihak,setiap pihak terdiri dari satu orang tetapi ada kemungkinan terdiri dari dua orang atau lebih pada setiap pihak dengan tujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan karena ketidak mampuan pada salah satu dari bidang berikut: fungsi kognitif,fungsi afektif,fungsi perilaku.

C.     WATKINS(Dalam Wolman ,1965)

Disiplin dari ilmu lain maka dari itu perumusan menjadi beragam ,dan dibagi menjadi :
1.      (Wolberg,1954) 
psikoterapi adalah bentuk perawatan yang dasarnya emosi seseorang yang terlatih dan membentuk hubungan profesional dengan pasien
2.      (Whitaker & Malone 1953)
psikoterapi adalah meliputi semua upaya untuk mempercepat pertumbuhan manusia sebagai pribadi

3.      (Rogers,1942)
menitikberatkan pada peningkatan hubungan-hubungan antar pribadi meliputi kemampuan untuk memberi dan menerima kasih sayang


Berdasarkan pengertian menurut tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa psikoterapi adalah suatu kegiatan untuk menyembuhkan masalah baik itu masalah perilaku,perasaan ,pikiran dan termasuk terapi kejiwaan dimana didalam nya terdapat interaksi antara pasien dengan terapis.

Tujuan Psikoterapi 

·      Tujuan Psikodinamika
Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.

·      Tujuan psikoterapi dengann pendekatan psikoanalisis
Corey (1991), yaitu membantu klien menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.

·      Tujuan Psikoterapi behavioristik
Bertujuan untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar, mengganti dengan pola-pola perilaku yang lebih sesuai dan belajar perilaku yang efektif

·      Tujuan psikoterapi Pendekatan gestalt
Menurut Corey, untuk membantu klien memperoleh pemahaman mengenai pengalaman-pengalamannya.









Unsur Psikoterapi

·      Terapis : orang yang melakukan serangkaian terapi untuk membantu penyembuhan klien

·       Klien : seseorang atau sekelompok orang yang akan melakukan serangkaian terapi untuk penyembuhan biasanya bermasalah pada perasaan dan kejiwaan


·       Proses : proses pelaksaan terapi nya yang dilakukan terapis kepada klien jadi disini ada proses interaksi nya.









Sumber:


Gunarsa, Singgih D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: BPK Gunung Mulia